Jumat, 12 April 2013

SEKS BEBAS

SEKS BEBAS

 



Seks bebas? Apa sih itu? Apakah seks bebas hanya sebatas definisi


hubungan seks berganti-ganti pasangan saja? Pandangan mengenai apa


seks bebas atau free sex itu memang seharusnya sudah diketahui oleh


remaja itu sendiri sebelum mengetahui dampak seks bebas terhadap


kesehatannya.





Seks bebas atau free sex sebenarnya memiliki definisi yang sederhana


yakni perilaku seksual yang dilakukan oleh seseorang bersama orang


lain diluar ikatan pernikahan yang telah disahkan secara legal oleh


badan hukum negara dan atau badan hukum agama. Perilaku seksual


seperti apa saja? Tentunya mulai dari ciuman, oral seks, petting


sampai kepada hubungan intim.






Apakah melakukan hubungan seks dengan pacar sendiri dan tidak


berganti-ganti pasangan termasuk ke dalam free sex? Jawabannya tentu


iya. Free sex tidak hanya ditujukan untuk perilaku dikalangan remaja


atau seseorang yang belum menikah, namun dikalangan orang yang sudah


menikah dan apabila dia melakukan dengan orang lain selain pasangan


suami atau istrinya, itu juga termasuk free sex.





Ada kesan pada remaja mengenai persepsi akan perilaku seksual tadi,


diantaranya ada yang berpendapat bahwa hal tersebut menyenangkan,


merupakan salah satu puncak rasa kecintaan, bahkan sesuatu yang serba


membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini


bahwa perilaku seksual adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba


(sexpectation). Sedangkan semua itu tidak diimbangi dengan aspek atau


norma agama dan sosial terlebih kurangnya informasi yang tepat dan


bertanggungjawab perihal dampak buruk seks bebas bagi kesehatan.





Adapun dampak dari free seks bagi kesehatan kita diantaranya adalah:





1. Dampak Fisik


a. Untuk cewe dibawah usia 17 tahun yang pernah melakukan


hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks.





b. Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS yang bisa


menyebabkan kemandulan bahkan kematian.





c. Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga


tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker


rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.





2. Dampak Psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan


free seks atau mengalami dampak fisik akibat free seks diatas adalah


akan selalu muncul rasa bersalah, marah, sedih, menyesal, malu,


kesepian, tidak punya bantuan, binggung, stress, benci pada diri


sendiri, benci pada orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia


(sulit tidur), kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan


konsentrasi, depresi, berduka, tidak bisa memaafkan diri sendiri,


takut akan hukuman Tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit


mempertahankan hubungan.





Bagaimana cara untuk menghindari dari pergaulan free seks ini meskipun


dengan alasan kata “bukti sayang atau cinta” dan lain-lain? Sebenarnya


semua dikembalikan pada individu kita masing-masing. Mencegahnya


merupakan suatu hal yang harus bersifat kooperatif dari berbagai aspek


seperti remaja itu sendiri - pihak orangtua - sekolah dan lingkungan


masyarakat. Semua aspek tadi mesti diimbangi oleh norma agama dan


sosial. Jika seseorang telah di bekali ilmu secara agama dan medis


mengenai dampak free seks tadi, semua keputusan ditangannya sendiri.





Menolak berarti harus berani dan tegas mengatakan TIDAK terhadap SEK



Tidak ada komentar:

Posting Komentar